INDO Ekspres - Punya pendirian teguh. Ingin hidup untuk Indonesia dan rakyat. Jika memimpin ingin berjalan lurus, berpegang pada konstitusi, agar menular ke bawah. Itulah karakter kuat yang dimiliki Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang biasa disapa Ahok.
Sepak terjangnya dalam memimpin Jakarta, tak diragukan lagi. Tegas. Karena memang Jakarta butuh pemimpin seperti Ahok ini. Nah, dalam kesempatan ini ChinaTown mencoba membedah gaya kepemimpinan beliau. Diulas dengan lugas oleh Dian Tami dan Azis Faradi, sosok Ahok bisa tergambar dari komentar kerabat maupun sahabatnya. Ikuti penelusurannya yang ditulis secara bersambung.
Suatu hari, Ahok muda marah-marah kepada ayahnya. Ia tak suka dengan cara-cara kontraktor memberikan fee kepada pejabat di Belitung Timur supaya diberikan proyek. Padahal Ahok masih kecil. “Bego banget! Kalau saya udah gede dan jadi pemimpin, saya akan suruh mereka (kontraktor) cari anak tupai,” kata Buniarti Ningsih (68), ibu Ahok, mengisahkan kegeraman anak sulungnya itu kepada China Town.
Suatu waktu, sang ayah yakni Indra Tjahaja Purnama pernah berkata kepada orang-orang di Belitung Timur, bahwa Ahok setelah dewasa akan menjadi bupati dan gubernur. “Orang yang mendengarnya tertawa. Ternyata Tuhan mendengarkan dan mewujudkan apa yang telah diucapkan almarhum suami saya itu,” tegas Buniarti. (its)
