INDO Ekspres, Jakarta – Direktur Eksekutif Rumah Konstituen Charles Honoris (RKCH) Stefanus Asat Gusma menegaskan bahwa berita terkait pencalonan pasangan Djarot Syaiful Hidayat dan Charles Honoris sebagai Cagub-Cawagub DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan merupakan berita bohong dan tidak benar. Gusma menilai pemberitaan baik dalam bentuk artikel, gambar, foto ataupun tulisan di blog Kompasiana mengenai pencalonan Djarot-Charles merupakan pemberitaan sepihak dan memperkeruh suasana internal PDI Perjuangan.
“Bahwa secara resmi Charles Honoris secara pribadi sudah menyampaikan klarifikasinya dan telah meluruskan segala isi pemberitaan tersebut melalui media secara terbuka. Secara pribadi Charles juga mengakui bahwa tidak pernah ada sikap dan komunikasi apapun terkait pemberitaan tersebut,” kata Gusma di Jakarta, Senin (28/3).
Pemberitaan tersebut, kata Gusma memuat statement oleh suatu organisasi yang tidak ada sangkut pautnya secara resmi dengan Charles Honoris maupun PDI Perjuangan. Sebagai kader partai yang ditugaskan di Komisi I DPR RI, ujar dia, Charles hanya bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsi yang diamanatkan partai dan konstituennya dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPR.
“Pemberitaan bahwa Charles Honoris akan maju sebagai Cawagub dalam Pilkada DKI 2017 yang akan datang adalah semata-mata hanya pekerjaan pihak-pihak yang ingin mencatut nama dan ingin memanfaatkan situasi yang ada,” tandas dia.
Lebih lanjut, Gusma mengatakan semua kader partai khususnya di DKI Jakarta mendapatkan instruksi jelas dari partai yaitu mengamankan dan mendukung pemerintahan Ahok-Djarot hingga masa jabatannya berakhir, dan tidak diperkenankan untuk ikut berpolemik mengenai Pilkada DKI 2017. Segala hal berkaitan dengan dinamika Pilkada DKI adalah domain dan wewenang DPP Partai.
“Kami dari Rumah Konstituen Charles Honoris (RKCH) merasa bahwa upaya memunculkan pasangan Djarot dan Charles hanyalah untuk memperkeruh situasi konsolidasi internal partai. RKCH pun meminta agar upaya memunculkan wacana Djarot-Charles tersebut dihentikan karena tidak akan ada gunanya dan menganggu mekanisme partai yang akan berjalan,” imbuh dia.
Dengan ini, tutur Gusma, RKCH kembali menegaskan seperti yang disampaikan oleh Charles Honoris di media online beberapa waktu lalu bahwa tidak ada rencana apapun yang dibuat oleh Charles Honoris dalam rangka isu pencalonan sebagai Cagub atau Cawagub DKI 2017. Sehingga pemberitaan yang mencatut nama Charles Honoris lebih baik diabaikan saja.
“Yang kedua, marilah kita belajar saling menghormati posisi dan sikap politik, hindari sikap saling membenturkan dan saling mengadu domba. Dan yang ketiga bahwa Charles Honoris tidak bertanggung jawab atas segala macam bentuk pemberitaan dan kampanye melalui akun FB, Twitter, dan sosial media atas nama Djarot-Charles. Semoga pernyataan ini menjadi jawaban atas kesimpangsiuran pemberitaan yang beredar selama ini,” pungkas Gusma. (bst)
