INDO Ekspres, Jakarta - Setelah terhenti lima tahun, proyek jalan tol yang menghubungan kota Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur telah dimulai lagi dan menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Jalan tol sepanjang 99,02 kilometer ini nanti akan menjadi yang pertama di Pulau Kalimantan. Proyek dinisiasi pada 2010 dan mulai digarap pada 2011, namun setelah itu terhenti karena masalah pembebasan lahan.
Hari Kamis (24/3) kemarin, Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek tersebut, yang sudah dimulai lagi November 2015 setelah dia turun tangan dan memerintahkan gubernur dan menteri terkait untuk menuntaskan proyek yang mangkrak itu.
Presiden mengakui "memaksa" Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak untuk segera memulai kembali proyek bersejarah di Pulau Kalimantan itu.
"Dan ternyata betul November sudah mulai lagi. Konstruksi sudah selesai 7,6 km," kata Presiden seperti dikutip situs Kementerian Sekretariat Negara.
Dari seluruh ruas yang akan dibangun, penyelesaian masalah pembebasan lahan sudah mencapai 85%. Sebelumnya proyek terkendala dengan permasalahan lahan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan lahan kehutanan yang menjadi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Mengetahui hal tersebut setelah turun ke lapangan, Presiden Jokowi bicara langsung dengan Panglima TNi dan Menteri LHK sehingga masalah cepat teratasi.
"Itu makanya perlunya turun ke lapangan," kata Presiden.
Target resmi penuntasan proyek senilai Rp 13,1 triliun ini adalah Mei 2019, namun di akun Twitter PresidenPenggunaan anggaran negara lewat APBN dan APDB mencakup 27 km dari total proyek, sisanya dari investasi swasta. mengharapkan tahun 2018 sudah selesai. (bst)
