Sambut Kado Meriah Maret Dari Pemerintahan Jokowi-JK, Tol Suramadu Gratis Untuk Motor

INDO Ekspres, Jakarta - Pemerintah menggratiskan sepeda motor atau golongan VI di Jembatan Tol Suramadu mulai 1 Maret 2016, sedangkan untuk golongan I-IV diturunkan tarifnya sebesar 50 persen dari tarif sebelumnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 60/KPTS/M/2016 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Pengurangan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Jembatan Surabaya-Madura di Jakarta, Selasa (1/3).

Kepmen itu ditetapkan dan ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada tanggal 24 Februari 2016 dan berlaku efektif tujuh hari sejak ditetapkan.

Berikut rincian tarif baru untuk jenis kendaraan golongan I adalah Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 30.000, golongan II menjadi Rp 22.500 dari sebelumnya Rp 45.000, golongan III menjadi Rp30 ribu dari sebelumnya Rp 60.000, golongan IV Rp 37.500 dari sebelumnya Rp 75.000, golongan V menjadi Rp 45.000 dari sebelumnya Rp 90.000, dan golongan VI gratis dari sebelumnya Rp 3.000.

Keputusan Menteri PUPR itu menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk percepatan pengembangan dan pembangunan wilayah terutama di Pulau Madura, berkaitan dengan tujuan dibangunnya Jembatan Suramadu.

"Dengan adanya jembatan itu, maka mobilitas orang dan mobilitas barang akan lebih efisien, akan lebih cepat dibandingkan sebelumnya dengan menggunakan transportasi laut atau kapal," kata Presiden Jokowi pada rapat terbatas (ratas) awal Februari lalu.

Presiden menegaskan, tujuan utama pembangunan Jembatan Suramadu adalah menggerakkan perekonomian di Jawa Timur, serta mempercepat pengembangan dan pembangunan wilayah terutama di Pulau Madura sehingga akan mengurangi ketimpangan antarwilayah dan pemerataan pembangunan dapat tercapai.

Dalam ratas tersebut diputuskan agar tarif tol Suramadu dipotong 50 persen. Alasannya, tingginya tarif tol selama ini membuat harga barang yang berasal dari Surabaya dan Madura menjadi mahal. Maka presiden meminta diturunkan dengan harapan dapat membantu masyarakat. (BS)