INDO Ekspres, - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) meningkatkan kinerjanya dalam meminimalisir genangan banjir maupun kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu disampaikan Ahok usai meninjau langsung deklarasi Sekolah peduli dan bebas dari jentik nyamuk di SDN 01 Kelapa Gading Barat yang berada di Komplek Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta pada Jumat (4/3).
Ahok menyatakan selama ini banyak pejabat di bawahnya yang menyampaikan slogan-slogan kerja, namun tidak benar-benar melaksanakan dengan konsisten, serta berkesinambungan. "Masyarakat yang paling rentan terkena DBD pada umumnya adalah sekolah, karena nyamuk tersebut paling banyak keluar dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang, oleh sebab itu pencanangan gerakan jumantik cilik ini jangan sekedar omongan saja, tapi harus benar-benar dikerjakan," ujar Ahok, di depan SDN 01 Kelapa Gading Barat, Jumat (4/3).
Ahok mengaku pernah terkena DBD karena kelalaian asisten rumah tangganya yang tidak pernah mengosongkan sisa air di dispenser sehingga menimbulkan jentik nyamuk. "Kalau mau buat minuman di dispenser, air yang di bawah harus sering diganti, kalau dibiarkan berminggu-minggu berbulan-bulan, langsung muncul jentik nyamuk di dalam dispenser itu, saya jadi korban, anak saya juga sudah jadi korban," lanjut Ahok.
Bagi perangkat sekolah yang membiarkan lingkungannya dihinggapi jentik nyamuk, Ahok mengatakan, akan memotong Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Ahok juga akan menerapkan hukuman yang sama bagi pimpinan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan pekerja harian lepas (PHL) yang membiarkan gaji anak buah terlambat.
Sedangkan untuk meminimalisir banjir, Ahok mengaku sudah menerapkan sistem pengerjaan langsung daripada menyewa jasa kebersihan pihak ketiga (swasta). "Kalau dulu kita bisa keluarkan anggaran Rp 1 triliun lebih untuk penunjukkan langsung di DKI, tapi hasilnya tidak beres, makanya sekarang saya ubah konsepnya, biar kita yang mengerjakan sendiri dengan merekrut PPSU serta PHL," ungkapnya.
Menurutnya, sejak dibentuk Mei 2015 dan bekerja aktif Juli 2015, petugas PPSU dan PHL sudah memperbaiki, menguras, dan memperlancar 1.086 saluran air. "Kita bergerak terus, kita secara bertahap bersihkan saluran di sekolah-sekolah, alat berat dan truk tidak sewa kita kerjakan sendiri, di Tata Air juga ada PPSU-nya, tapi kita sebut Pasukan Biru karena seragamnya warna biru, dan saya kira makin lama makin baik kok penanganan banjir di Jakarta, terbukti tidak terlalu banyak genangan yang masif," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku masalah yang sedang diperbaiki yakni sheet pile yang bocor, dan rumah pompa yang belum diperbaiki. "Tapi secara umum lebih cepat untuk surut," kata dia. (BS)
