Kepuasan Pelayanan Publik Faktor Kunci Penilaian Masyarakat Kepada Ahok


INDO Ekspres, Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilai warga Jakarta tahu betul bagaimana caranya memilih calon gubernur dan wakil gubernur. Dasar pilihan warga, kata dia adalah seberapa bisa calon pemimpin tersebut menyelesaikan persoalan nyata depan mata yang dialami masyarakat Jakarta.

"Seberapa jitu calon Gubernur dalam mengatasi banjir, mengurangi kemacetan, menjamin rasa aman dan kerukunan umat, mengutamakan layanan publik dan meningkatkan daya beli masyarakat," ujar Masykurudin di Jakarta, Sabtu (19/3).

Dia menilai semakin kuat pasangan calon dapat menunjukkan konsep matang dalam menyelesaikan persoalan Jakarta, maka akan semakin besar mendapatkan simpati masyarakat, dan dengan sendirinya mendapatkan dukungan secara partisipatif.

"Sebaliknya, jika ada pihak yang ingin mencalonkan diri dalam Pilkada tetapi yang disusun adalah strategi negatif dengan cara-cara yang kontrapoduktif, maka yang didapat adalah ketidakpercayaan masyarakat," tandas dia.

Karena itu, kata Masykurudin, evaluasi dan kepuasan warga Jakarta dalam mendapatkan pelayanan publik melalui kebijakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah faktor kunci penilaian masyarakat apakah dia layak dipilih kembali atau tidak.

Menurutnya, fungsi Pilkada sejatinya adalah, apabila pelayanan publik tidak tercapai maka hukuman paling berat bagi petahana adalah tidak dipilih kembali pada periode kedua.

"Siapapun yang berkehendak untuk berhadapan dengan Ahok, maka jalan utamanya adalah menyusun rencana dan strategi yang lebih baik lagi sehingga masyarakat dapat mengerti dan teryakinkan bahwa program kebijakan yang direncanakan akan jauh lebih meningkat kualitasnya dari yang sekarang ada," jelas dia.

Oleh karena itu, lanjut Masykurudin berapapun syarat pencalonan oleh DPRD diturunkan dan syarat perseorangan dinaikkan, masyarakat Jakarta akan memilih calon pemimpin yang dapat menyelesaikan problem yang terjadi dan sesuai dengan kepentingan warga yang dialami. Partisipasi dan dukungan warga akan mengalir bagi siapapun yang serius ikhlas mambangun jakarta lebih baik.

"Tidak ada artinya memperingan atau memperberat syarat pencalonan, karena penentu kemenangan tetap warga Jakarta," pungkas dia. (bst)