INDO Ekspres, Jakarta- Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok masih terbuka untuk dicalonkan oleh partai politik (parpol), khususnya PDIP. Pasalnya, Ahok yang saat ini masih menjabat gubenur DKI Jakarta belum final diajukan lewat jalur independen.
"Kemungkinan Ahok maju dari parpol sangat jelas dari pernyataan Ahok sendiri. Dia kan bilang kalau sampai Juni target KTP tidak tercapai dan partai tersinggung dengan saya maka saya hanya sampai Oktober 2017 saja. Artinya Ahok tetap membuka ruang bagi parpol termasuk PDIP," kata pengamat Politik Yunarto Wijaya dalam diskusi yang digelar Vox Point Institute di Jakarta Selatan, Sabtu (12/3).
Ia melihat hubungan PDIP dengan Ahok sangat baik. Buktinya, sampai saat ini, Ketua Umum PDIP Megawati belum bereaksi apa-apa terkait majunya Ahok dari jalur independen. Itu artinya Megawati masiih membuka diri bagi Ahok untuk maju dari PDIP. "Sifat Ibu Mega itu sekali dia bicara memang itu sudah final. Tetapi sampai saat ini dia belum bicara apa-apa," jelas Yunarto.
Menurutnya, jika saat ini ada kegaduhan di internal PDIP atas langkah Ahok, hal itu sebagai reaksi pribadi dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edy yang juga kader PDIP. Kegaduhan itu tidak mewakili sikap PDIP. "Itu komentar subjektif Ketua DPRD DKI yang terkesan memushi Ahok," tegas Yunarto.
Dia menilai dari sisi politik, Ahok lebih diuntungkan maju dari calon partai daripada independen. Peluang untuk dijegal karena alasan administratif dukungan bagi calon independen menjadi senjata pamungkas bagi lawan-lawan Ahok untuk menggagalkan dia. Apalagi syarat independen itu tidak mudah. "Mungkin bisa kumpulkan KTP tetapi saat verifikasi bisa saja dikerjain. Ini rentan untuk Ahok dikerjain," tutup Yunarto. (bst)
