Dua Rival Ahok ini, Optimis Ahok Bisa Dikalahkan


INDO Ekspres, Jakarta - Partai Hanura DKI telah mendeklarasikan dukungan kandidat pasangan calon perseorangan Basuki Tjahaja Purnama - Heru Budi Hartono. Sebagian pengamat dan rival Ahok -sapaan Basuki Tjahaja Purnama- menilai deklarasi tersebut tak akan begitu mempengaruhi masyarakat.

Said Salahudin, Direktur Sigma mengatakan, sekarang sudah ada beberapa tokoh yang bisa menjadi lawan berat Ahok. Misalnya, Yusril Ihza Mahendra dan Boy Sadikin. Yusril sudah mendapat sinyal positif dari beberapa elite partai politik. Sedangkan Boy menguat dalam penjaringan partainya, PDIP.

"Pergerakan Yusril bisa dilihat sendiri. Kemudian respons yang dia dapat seperti apa, orang bisa melihat," kata Said saat diwawancarai kemarin.

Dia menjelaskan, selama ini Ahok nampak begitu kuat sebab belum ada tokoh lain yang serius bergerak untuk menjadi lawannya. "Kondisinya sudah sangat berbeda sekarang. Soal dukungan resmi Hanura itu kan sudah terbaca sejak cukup lama," jelas dia.

Mengenai Boy Sadikin, Said mengatakan, PDIP sudah pasti bisa mengusung calon sendiri. Dari sekian nama di penjaringan PDIP, belakangan Boy dianggap menguat. Sebab, dorongan kepada putra mantan gubernur Ali Sadikin itu terus menguat.

Bahkan menurut Said, jika PDIP memutuskan tidak berkoalisi, Boy bisa dipasangkan beberapa nama. Dia yakin, Boy akan tetap kuat dan berpeluang menang. "Misalnya dipasangkan dengan Risma, Ahmad Dhani, atau dengan kader PAN Dessy Ratnasari," cetusnya.Jika prediksi tiga poros kuat terealisasi, menurut dia, Boy akan menjadi lawan kuat dua kandidat lain, Yusril dan Ahok.

Hal senada disampaikan rival Ahok yang juga kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilgub DKI 2017, Abraham Lunggana alias Lulung. Dia yakin Ahok akan menghadapi kekuatan besar yang sulit dikalahkan. Dia optimistis Ahok bisa dikalahkan.

"Benar, sekarang keadaan memang berubah. Tidak lagi seperti awal. Itu terlihat jelas," ujar jagoan dari barisan relawan Suka Haji Lulung tersebut.

Lulung meyakini, komunikasi politik antar tokoh dan elite partai politik yang sedang berjalan akan membuahkan hasil baik. Dia sendiri, tetap pada prinsipnya, mengutamakan aspirasi masyarakat. Jika belum berkesempatan maju, Lulung siap menjadi juru kampanye tokoh-tokoh lain yang didukungnya. (jwp)