INDO Ekspres, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, paket deregulasi yang digulirkan sejak September 2015, berhasil mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Kalau berbicara mengenai rupiah yang semakin menguat, semakin membaik, itu artinya adalah kebijakan-kebijakan paket deregulasi yang kita berikan," kata Presiden Jokowi usai peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (10/3).
Dia mengatakan, selain ditopang paket deregulasi, penguatan rupiah juga dipicu adanya sinergitas kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sinergitas kebijakan itu, lanjutnya, direspons positif kalangan dunia usaha sehingga mendorong arus masuk investasi, masuk, dan arus modal ke dalam negeri.
"Ada capital inflow. Ya, kalau ada arus uang dan investasi masuk, otomatis rupiah akan semakin menguat," katanya.
Presiden Jokowi menepis bahwa faktor eksternal menjadi penyebab utama terkereknya nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp 12.900 per dolar AS.
"Dua-duanya. Kalau tidak dilakukan deregulasi apa-apa, faktor eksternal apa pun juga tidak akan mempengaruhi. Dua-duanya berjalan beriringan. Kita tidak bisa mengendalikan nilai tukar rupiah. Mau minta berapa, tidak bisa. Kalau pasar melihat apa yang kita lakukan baik, mereka akan merespons positif. Kita tidak mengendalikan, harus berapa, harus berapa. Tidak bisa. Karena ada faktor internal dan eksternal," katanya. (bst)
