INDO Ekspres, Jakarta - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) resmi mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi kandidat gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017. Meskipun Ahok maju melalui jalur independen, Nasdem tetap mendukung Ahok.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta Wibi Andrino mengungkapkan Nasdem memilih Ahok karena tahu persis bahwa mayoritas pemilih Jakarta adalah pemilih rasional, yang menghargai perbedaan.
"Pemilih Jakarta itu pemilih yang menghargai perbedaan. Mereka memiliki kepala daerah bukan berdasarkan identitas agama, suku atau ras, tetapi lebih melihat rekam jejak dan figur kandidat kepala daerah," ujar Wibi di acara diskusi Forkoma PMKRI yang bertajuk "Dialog Publik Seputar Pilkada DKI Jakarta" di di Gado Gado Boplo, Jl. Gereja Theresia 41, Menteng-Jakarta, Jumat (11/3).
Selain Wibi, hadir juga pengamat politik Ansy Lema dan Waketum GP Ansor Mohammad Haerulamri. Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim dan sekjen Heri Soba juga hadir.
Wibi juga menyatakan bahwa Ahok bukan sekedar pemimpin yang bagus, berbicara tegas dan berkinerja baik, tetapi ada sesuatu yang lebih besar dari seorang Ahok. Nasdem, kata dia memilih Ahok karena sesuatu yang lebih besar tersebut.
"Sesuatu yang lebih besar itu adalah Ahok berasal dari minoritas, Tionghoa dan Kristen, namun dia bisa memimpin Jakarta yang multikultur. Itu berarti warga Jakarta tidak lagi memikirkan perbedaan-perbedaan tersebut, tetapi menghargai perbedaan tersebut," jelas dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan Nasdem memilih Ahok karena warga DKI Jakarta menginginkan kembali Ahok memimpin Jakarta. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitas Ahok jauh melebihi yang lain.
"Survei-survei tersebut menunjukkan bahwa Ahok masih diinginkan oleh warga Jakarta memimpin. Sebagai parpol, Nasdem tentunya harus mengakomodasi aspirasi dan keinginan publik," ungkap Wibi. (bst)
