Reaksi Ahok, Saat Lulung Sebut Kalijodo Pengalihan Isu Sumber Waras

INDO Ekspres – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung memberikan pernyataan jika Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah panik serta diduga menyimpangkan isu kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Sementara itu, Ahok sendiri membantah pernyataan Lulung yang menyebutkan jika rencana penutupan lokalisasi Kalijodo adalah untuk mengalihkan perhatian publik tentang kasus pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras.

Ahok menengaskan, jika rencana penutupan Kalijodo tersebut memang sudah ia rencanakan sebelum kasus RS Sumber Waras mencuat ke publik dan ramai dibicarakan. Bahkan Ahok mengatakan jika ia justru menantang apabila kasus RS Sumber Waras bisa dibawa ke hukum, ia mempersilahkan untuk diusut. Hal tersebut dinyatakan Ahok kala dijumapi wartawan di Markas Kodam Jaya, Cawang, Jakarta pada Rabu (17/2) kemarin.

Ahok juga yakin, meski politikus PPP tersebut terus mendesak KPK serta berupaya mencari bukti keterlibatannya dalam kasus Sumber Waras, hal tersebut tidak akan berpengaruh padanya. Sebab tidak adanya bukti yang menyatakan Ahok bersalah pada kasus Sumber Waras, Ahok bahkan menilai jika pernyataan yang dilayangkan Lulung tesebut sebagai fitnah yang dapat ditindak pidanakan.

Sebelumnya seperti yang diketahui, jika Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung tersebut gencar menyatakan jika wacana terkait penutupan kawasan prostitusi Kalijodo tersebut hanyalah isu untuk mengalihkan kasus dugaan penyelewengan dana atas pembelian sebagian lahan milik RS Sumber Waras.

Hal tersebut seperti yang dilontarkan Lulung kala dijumpai wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta pada hari Selasa (12/2) lalu yang mengatakan, jika Kalijodo hanyalah pengalihan. Hal tersebut tampak dari Media yang secara serentak memberitakan, serta topik RS Sumber Waras langsung hilang.

Selain itu, Lulung juga mengatakan jika Gubernur DKI Jakarta tersebut kini tengah panik serta kehabisan isu untuk mengalihkan kasus RS Sumber Waras. Hingga kini, pihak DPRD DKI Jakarta pun masih mempertanyakan tentang kelanjutan penanganan kasus RS Sumber Waras ke KPK. (NS)