INDO Ekspres – Operasi pekat Kalijodo yang dilakukan beberapa hari lalu terus membuahkan hasil. Terbaru, ratusan senjata tajam ditemukan berada di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara yang menjadi daerah penyisiran. Salah satu yang menarik dari barang bukti yang diamankan petugas adalah, ditemukannya sekitar 400 anak panah yang ada di temapt hiburan malam di kawasan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal Ahok pun heran dengan penemuan tersebut. Menurutnya, hal tersebut tentu menunjukkan rencana perlawanan yang ingin dilakukan para penguasa Kalijodo saat petugas akan melakukan eksekusi.
Seperti yang dikatakan Ahok saat di temui wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (22/2). Menurutnya, keberadaan 400 anak panah tersebut diduga Ahok sebagai rencana ‘perang-perangan’ kepada para petugas yang melakukan ekseskusi, terutama mereka para pemilik Cafe.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal Ahok pun heran dengan penemuan tersebut. Menurutnya, hal tersebut tentu menunjukkan rencana perlawanan yang ingin dilakukan para penguasa Kalijodo saat petugas akan melakukan eksekusi.
Seperti yang dikatakan Ahok saat di temui wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (22/2). Menurutnya, keberadaan 400 anak panah tersebut diduga Ahok sebagai rencana ‘perang-perangan’ kepada para petugas yang melakukan ekseskusi, terutama mereka para pemilik Cafe.
Mantan Bupati Balitung Timur tersebut sanggup melayangkan spekulasi tersebut lantara sebagian besar warga Kalijodo justru sadar jika mereka memang melakukan kesalahan. Warga pun dengan sukrela meninggalkan rumah serta beralih ke Rumah Susun (rusun) yang telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta.
Suami dari Veronica Tan tersebut juga mengaku tak mau ambil pusing dengan perlawanan yang mungkin akan terus dilakukan hingga berlangsungnya eksekusi. Untuk urusan keamanan, Ahok sudah melimpahkan semuanya ke pihak kepolisian.
Meskipun begitu, Ahok menegaskan jika pihaknya akan tetap melakukan penertiban di kawasan Kalijodo. Ia juga mengatakan jika sudah selayaknya warga sadar tentang kesalahan mereka menduduki Kalijodo yang merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Apalagi, Ahok merasa jika sejumlah upaya penertiban pun memang sudah sering diupayakan di kawasan tersebut. Seperti yang diketahui, jika Kalijodo sebelumnya juga pernah ditertibkan pada tahun 2002 dan 2010 silam meskipun belum mendapatkan hasil yang maksimal.
Hingga kini, pihak kepolisian pun masih terus melakukan penyelidikan serta mengejar pemilik dari benda-benda tajam tersebut. Sebagian warga yang diketahui pemilik sejumlah Cafe tersebutpun terhitung banyak yang sudah melarikan diri. (NS)
