Presiden Joko Widodo Bertekat Meningkatkan Kemampuan dan Alutsista TNI

INDO Ekspres, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gatot Nurmantyo, melakukan pembelian alat utama sistem senjata (Alutsista) secara transparan dan terukur.

Perintah itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Kerja Bidang Polhukam yang membahas tentang Pembangunan Kekuatan TNI di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/2).

"Pembelian Alutsista harus transparan dan terukur karena ke depan yang akan menjadi kekuatan kita selain Alutsista, juga kita memahami pertarungan ke depan adalah masalah pangan dan energi,” kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Pramono mengatakan, Presiden Jokowi bertekad untuk meningkatkan kekuatan serta kemampuan TNI menyusul rampungnya proses restrukturisasi TNI.

"Restrukturisasi TNI sekarang ini sudah selesai dilakukan Panglima TNI dan Kementerian terkait, dan itu sudah diajukan kepada Presiden. Diharapkan dalam waktu dekat segera turun dan membuat TNI kita makin kuat,” katanya.

Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, Presiden Jokowi berharap apabila pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen, alokasi anggaran untuk TNI menjadi sekitar Rp 200 – 250 triliun pada tahun 2019 mendatang.

"Apabila pertumbuhannya seperti diharapkan, di atas 6 persen, maka diharapkan pada tahun 2019 anggaran buat TNI sekitar Rp 200-250 triliun,” jelas Pramono. (BS)