INDO Ekspres- Ketidakharmonisan Presiden Joko Widodo dengan wakilnya, Jusuf Kalla semakin terlihat. Pasalnya, beberapa kali keduanya mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan.
Terbaru, soal rapor kinerja kementerian yang dirilis Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Yuddy Chrisnandy. Terlebih, rapor muncul di tengah ramainya isu rehuffle jilid II.
Jokowi menyatakan tegas, penilaian kinerja kabinet merupakan hak prerogatifnya sebagai presiden. Sementara, JK seakan membela dengan mengatakan, penilian KemenPAN RB adalah bentuk transparansi dan bersifat resmi.
"Bisa jadi Yuddy bekerja untuk JK ataupun tidak," ujar Direktur Sabang-Marauke Circle, Syahganda Nainggolan pada sebuah diskusi di daerah Tebet, Jakarta, Jumat (8/1).
Menurutnya, peta politik yang ada di istana memang JK dan Jokowi tengah membuat kubunya masing-masing. Jokowi menempatkan Luhut Binsar Pandjaitan di posisi strategis dibantu dengan Rizal Ramli. Sementara JK membangun koalisi bersama dua loyalisnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.
Namun, menurutn Syahganda, jika melihat pada instrumen permainan politik, JK lebih berpengalaman ketimbang Jokowi. Terlihat ketika Luhut tercoreng namanya dalam kasus papa minta saham.Kata Syahganda, di kasus itu, JK berhasil menghancurkan Luhut yang seolah-olah mau merampok Indonesia. Kini, kekuatan Jokowi hanya mengandalkan Rizal. "Jokowi hanya bersandar terhadap rajawali kepret. Mungkinkah Rizal selamatkan Jokowi? Wallahualam," sebutnya.
Nah, menurutnya, permainan politik ini akan mencapai hasilnya pada bulan ini. "Lihat di bulan Januari ini. The last game. Di mana-mana enggak boleh ada matahari kembar," tandasnya. (JP)
Terbaru, soal rapor kinerja kementerian yang dirilis Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Yuddy Chrisnandy. Terlebih, rapor muncul di tengah ramainya isu rehuffle jilid II.
Jokowi menyatakan tegas, penilaian kinerja kabinet merupakan hak prerogatifnya sebagai presiden. Sementara, JK seakan membela dengan mengatakan, penilian KemenPAN RB adalah bentuk transparansi dan bersifat resmi.
"Bisa jadi Yuddy bekerja untuk JK ataupun tidak," ujar Direktur Sabang-Marauke Circle, Syahganda Nainggolan pada sebuah diskusi di daerah Tebet, Jakarta, Jumat (8/1).
Menurutnya, peta politik yang ada di istana memang JK dan Jokowi tengah membuat kubunya masing-masing. Jokowi menempatkan Luhut Binsar Pandjaitan di posisi strategis dibantu dengan Rizal Ramli. Sementara JK membangun koalisi bersama dua loyalisnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.
Namun, menurutn Syahganda, jika melihat pada instrumen permainan politik, JK lebih berpengalaman ketimbang Jokowi. Terlihat ketika Luhut tercoreng namanya dalam kasus papa minta saham.Kata Syahganda, di kasus itu, JK berhasil menghancurkan Luhut yang seolah-olah mau merampok Indonesia. Kini, kekuatan Jokowi hanya mengandalkan Rizal. "Jokowi hanya bersandar terhadap rajawali kepret. Mungkinkah Rizal selamatkan Jokowi? Wallahualam," sebutnya.
Nah, menurutnya, permainan politik ini akan mencapai hasilnya pada bulan ini. "Lihat di bulan Januari ini. The last game. Di mana-mana enggak boleh ada matahari kembar," tandasnya. (JP)
