Mukernas PKB" Meminta Presiden Joko Widodo agar selalu optimistis dalam menghadapi persoalan ekonomi


INDO Ekspres- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyemangati Presiden Joko Widodo agar selalu optimistis dalam menghadapi persoalan ekonomi. Cak Imin -sapaan Muhaimin- menyatakan bahwa kini Indonesia harus semakin percaya diri menghadapi persaingan global.

Muhaimin menyampaikan hal itu saat berpidato pada pembukaan acara musyawarah kerja nasional (mukernas) partainya di Jakarta, Jumat (5/2) malam. PKB mengusung tema  Memenangkan Rakyat Dalam Persaingan Global dalam mukernas itu.

"Ini bukan sekadar tema kosong. Ini adalah niat dan tekad perjuangan PKB. Pada malam ini kita bertekad tak hanya bersama pemerintah dan presiden, tapi untuk memenangkan rakyat memenangkan persaingan," ujarnya.

Suka tidak suka, katanya, persaingan global sesuatu yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, Indonesia dihadapkan pada kompetisi ketat dan semakin jahat.

Karena itu ia mengingatkan para kader PKB agar meningkatkan daya saing. Apalagi Indonesia memiliki beban masalah yang berat.

Muhaimin lantas menyinggung posisi ekonomi Indonesia periode 2015-2016 berdasarkan kajian United Nations Development Programme (UNDP). Indonesia, katanya, di posisi 37 untuk tingkat Asia, atau berada di bawah Malaysia, Thailand.Sedangkan indeks pembangunan manusia Indonesia di peringkat 160 dari 188 negara. Untung tingkat ASEAN, Indonesia di peringkat kelima. Sedangkan posisi teratas ditempati Singapura.

"Kita di bawah mereka. Indonesia juga tertinggal dari negara kecil yang tak punya potensi apapun. Indikator kesejahteraan juga jadi masalah kondisi daya saing. Jadi lewat tema ini kami mau berpartisipasi total agar daya saing kita naik," ujar Cak Imin.

Lebih lanjut mantan menteri tenaga kerja itu menambahkan, Indonesia juga dihadapkan pada persoalan kemiskinan. Kini ada sekitar 28,5 juta penduduk yang tergolong miskin.

Muhaimin menambahkan, persoalan tentangpuluhan juta warga miskin itu masih ditambah pengangguran 7,56 juta orang. Akibatnya, lanjutnya, Indonesia mengalami ketimpangan sosial.

"Jadi kita tak ada pilihan. Angka itu harus menunjukkan kita berada di arena persaingan. Kita berada sepenuhnya untuk mengatasi bersama presiden peliknya persaingan global yang ganas. Bangsa Indonesia harus mampu menghadapi tantangan itu dan menjadi pemenang, tidak boleh jadi pecundang," tegasnya.

Karenanya PKB mendukung keputusan pemerintah mengutamakan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah tertinggal. PKB juga mendukung langkah pemerintah mempecepat pembangunan wilayah pinggiran.

"PKB mendukung pembangunan manusia, hingga agenda reformasi dan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi," ujarnya.(JawaPos.Com)