Negara Indonesia Tidak Akan Memenuhi Tuntutan Para Penculik


INDO Ekspres, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan 10 sandera warga negara Indonesia (WNI) dalam kondisi baik pasca aksi baku tembak antara militer Filipina dan militan Abu Sayyaf hari Sabtu (9/4). Retno juga memastikan 10 sandera WNI tidak berada di wilayah Basilan yang menjadi lokasi pertempuran tersebut.

“Per hari ini pukul 12.00 WIB, kami masih memperoleh informasi bahwa kondisi ABK (anak buah kapal) dalam kondisi baik,” kata Retno dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (11/4).

Retno mengatakan pihaknya terus mengintensifkan komunikasi dengan otoritas Filipina dan berbagai pihak terkait. Dia juga melakukan kontak terakhir dengan Menlu Filipina, Jose Rene D Almendras, pada hari ini pukul 08.41 WIB.

“Dari informasi yang kita peroleh selama ini, sejauh ini dari berbagai pihak, termasuk informasi terakhir dengan otoritas Filipina, 10 saudara-saudara kita tersebut tidak berada di wilayah Basilan,” kata Retno.

Retno menjelaskan menlu Filipina langsung menghubunginya pada Sabtu sore lalu terkait adanya kontak senjata antara pasukan Filipina dan kelompok Abu Sayyaf di Basilan. Dalam peristiwa itu, 18 tentara Filipina meninggal dan 53 lainnya terluka.

“Saya telah menyampaikan keprihatinan, ucapan simpati dan dukacita kepada Pemerintah Filipina melalui Menlu Filipina,” ujarnya.

Terkait pembayaran tebusan, Retno menyatakan Pemerintah Indonesia tidak akan memenuhi tuntutan para penculik. “Negara tidak boleh terlibat dengan masalah tebusan atau masalah ransom karena secara prinsip hal ini tidak boleh dilakukan oleh negara,” katanya.

Retno menambahkan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan perhatian besar atas upaya pembebasan ini. Kedua pimpinan negara itu memberi arahan untuk penguatan koordinasi. (bst)