Politiskus PDIP, "‎Mendukung Ahok atau menolak Ahok, jangan karena Ahok seorang Kristen atau karena Ahok seorang Tionghoa.


INDO Ekspres, Jakarta - Politikus Senior PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, meminta agar semua pihak tetap berada dalam koridor kebangsaan dalam menghadapi panasnya situasi jelang Pilgub DKI Jakarta 2017. Adalah sebuah kemunduran bila yang diributkan adalah soal perbedaan suku, ras, dan antaragama (SARA).

Menurut Hasanuddin, saat ini telah terjadi polarisasi pendukung para bakal calon gubernur. Padahal, baru satu bakal calon yang mencuat maju lewat jalur perorangan, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sementara dari jalur Parpol masih menunggu proses masing-masing.

Karena situasi sudah memanas, Hasanuddin berharap semua, pihak tetap dalam koridor kebangsaan, yakni menjunjung tinggi kebhinekaan dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Kita mundur ke belakang kalau kita kembali selalu mewacanakan perbedaan agama, suku, atau trah kita sebagai anak bangsa," tegas Hasanuddin, Minggu (3/4).

Dia menyontohkan kontroversi terkait keberadaan Ahok sebagai salah satu bakal calon, yang menurut dia, sudah kurang sehat. Diingatkannya, roh kebangsaan yang mengakui multikulturnya Indonesia agar tetap dijaga sehingga NKRI tetap berdiri.

"‎Mendukung Ahok atau menolak Ahok, jangan karena Ahok seorang Kristen atau karena Ahok seorang Tionghoa. Mari kita jaga roh kebangsaan kita demi tetap tegak berdirinya NKRI," tandasnya. (bst)