INDO Ekspres, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampaknya tak mau memperpanjang polemik kasus pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Jadi bagi saya, tidak usah diteruskan polemik ini. Film ini masih panjang. Jagoan yang menang itu masih di ujung film, Bos! Tunggu saja!" ujar Basuki di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (17/4).
Sebagaimana diketahui, masalah Sumber Waras ini memunculkan polemik antara Pemprov DKI Jakarta dengan BPK yang telah mengeluarkan audit atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2014. BPK menilai pembelian lahan Sumber Waras merugikan negara sebesar Rp 191 miliar.
Basuki menilai, polemik yang masih panjang ini terlebih sejak pihaknya mengirim surat keberatan kepada Majelis Kehormatan BPK untuk mengadukan audit ini. Tetapi justru tidak direspons selama delapan bulan. Setelah ia protes, Majelis Kehormatan BPK baru menjawab bahwa mereka tak memanggil DKI karena merasa tidak perlu.
Padahal, kata Basuki, ibarat seseorang yang kehilangan barang kemudian melapor kepada polisi, seharusnya dipanggil untuk ditanyai alasan melapor. Namun pada kasus Sumber Waras ini, Ahok tidak dipanggil Majelis Kehormatan BPK.
"Kamu kalau bangun pagi-pagi, pernah lihat cahaya fajar kan yang makin lama tambah terang sampai rembang tengah hari. Itu lah jalan (masalah Sumber Waras), kalau saya benar, tetap akan terus terang. Kamu tidak bisa tahan, tidak ada kegelapan yang bisa menahan cahaya fajar. Dia akan terus tambah terang," katanya mengibaratkan.
Kasus pembelian lahan Sumber Waras sendiri saat ini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa waktu lalu, Basuki juga sudah dimintai keterangan terkait masalah ini selama 12 jam. (bst)
