Guna Memastikan Kualitas UN Di DKI Jakarta, Ahok Pantau Lansung Pelaksanaan Kelapangan


INDO Ekspres, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMAN 30 Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (4/4). SMAN 30 Jakarta merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer (UNBK). Mata pelajaran hari pertama yang diujiankan adalah Bahasa Indonesia.

Di DKI sendiri, pelaksanaan UNBK sudah dimulai sejak tahun lalu sebanyak 29 sekolah. Sementara tahun ini jumlah sekolah yang melaksanakan lebih banyak.  "Tahun ini tidak mungkin semua (UNBK), tapi untuk SMP diperbanyak. Tahun depan seharusnya bisa semua, 2017 SMP dan SMA bisa UNBK," ujar Basuki di SMAN 30 Jakarta, Senin (4/4).

Ia mengatakan, saat ini kendala UNBK adalah pembelian komputer, ditambah 47 persen sekolah di DKI 47 dalam kondisi buruk.  "Di Jakarta ada 627 sekolah dan sekolahnya beda dengan di daerah. Siswanya rata-rata 1.000, makanya bangunannya besar. Jadi kalau buat sembarangan tidak ada yang beres," katanya.

Ia mengatakan, ada beberapa universitas yang menawarkan tempat untuk melaksanakan UNBK. Pihaknya berpikir menerima tawaran itu kendati harus ada nota kesepakatan. "Kita bisa kerja sama dengan universitas. Kirim siswa ujian di sana. Kalau disiapkan begitu bisa. Tahun depan benar-benar ingin paper less. Kalau komputer belum siap, minta universitas saja, tapi memang harus ada MoU supaya tidak ada fitnah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Basuki juga berpesan kepada para siswa karena setelah lulus, akan mendapatkan ujian yang sesungguhnya. "Kalian harus ingat doa. Setelah lulus nanti, ke depan satu-satunya yang bisa membuat lulus adalah hubungan dengan Tuhan. Pelajaran selesai tidak ada ujian seperti ini lagi, tapi setiap hari kita harus putuskan ya atau tidak, tidak ada tunda," pesannya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto mengatakan, tahun ini masih banyak sekolah yang melaksanakan UN dengan menggunakan pensil kertas dibandingkan berbasis komputer. Kendala UN berbasis elektronik karena terbatasnya komputer. "Ke depan targetkan agar seluruhnya berbasis komputer, termasuk swasta," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam UNBK banyak varian soal sehingga kecil kemungkinannya terjadi kebocoran. Selain itu, dengan sistem tersebut juga lebih efektif dan efisien terutama untuk masalah distribusi. Sebab, jika menggunakan pensil dan kertas, harus menunggu distribusi terlebih dari percetakan soal di luar kota.

Peserta UN tingkat SMA/SMALB/SMK/ MA dan PAKET C di DKI sendiri berjumlah 133.961 siswa yang terdiri dari SMA sebanyak 51.190 siswa, SMK sebanyak 64.474 siswa, SMALB 71 siswa, MA sebanyak 6.839 siswa, dan Paket C sebanyak 11.387 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63.883 siswa mengikuti UNBK dan 78.070 UNKP. Peserta UNBK di Jakarta sendiri ada 203 SMA, 167 SMK, dan 10 MA.

Di SMAN 30 Jakarta terdapat 279 orang siswa peserta UNBK dengan perincian 143 siswa jurusan IPA dan 136 siswa jurusan IPS. Kepala Sekolah SMAN 30, Dwi Arsono mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua sekolahnya melaksanakan UNBK. Pelaksanaan ujian dilakukan sebanyak 3 shift.  "Kami menggunakan komputer 104 dan laptop cadangan sebanyak 15. Kami siap menyukseskan UNBK dan menghasilkan prestasi tinggi di DKI," pungkasnya. (bst)