INDO Ekspres, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan tanggapannya mengenai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang mendaftarkan dirinya dalam penjaringan bakala calon gubernur DKI Jakrta melalui partai lain.
Ahok mengatkan jika ini merupakan hal yang seru, daimana seorang ketua umum partai mendaftarkan dirinya di ke partai lain untuk bisa maju di Pilkada.
Seperti yang dikethaui jika Yusril telah mendaftarkan dirinya ke penjaringan bakal calon gubernur ke partai PDIP lantaran PBB tak memiliki kursi satu pun di DPRD DKI. Sedangkan untuk bisa mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI diperlukan sebanyak 21 kursi.
Sementara itu Ahok juga mengungkapka jika dirinya tak kan menempuh jalan sama seperti apa yang Yusril lakukan, walaupun itu melalui PDIP mengingat ia telah mantap untuk maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen dengan menggunakan dukungan dari Teman Ahok.
Yusril yang telah mendaftarkan dirinya di PDIP untuk mengikuti penjaringan bakal calon dubernur yang akan diusung oleh PDIP. Ketika berada di markas PDIP, ia mengungkapkan bahwa ia berharap bisa berduet dengan Boy Sadikin di Pikada DKI mendatang.
Ia menambahkan jika akan sangat bersyukur jika memang PDIP mengusungnya untuk maju di Pilkada DKI dan bisa berduet dengan Boy Sadikin dengan harapan agar bisa lebih baik bagi semua pihak.
Selai dari itu Yusril juga mengungkapkan jika saat ini rencananya untuk bisa berduet di Pilkada DKI tengah dibahas secara intensif oleh PDIP. Harapannya agar arahnya bsia menuju kesana untuk bisa maju dan berduet dengan Boy Sadikin.
Seperti yang dikethaui bahwa untuk Ahok sendiri telah memantapkan diri memilih maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen dengan menggunakan KTP yang telah berhasil dikumpulkan oleh Teman Ahok dari para warga Dki sebagai bentuk dukungan untuknya.
Dalam Pilakda DKI kali ini, Ahok akan menggandengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai wakilnya nanti untuk memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2. (cnni)
