INDO Ekspres, Jakarta - Di hadapan pengusaha Jerman, Presiden Joko Widodo memaparkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terus meningkat. Ia berjanji akan terus melakukan reformasi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Saat berpidato, Presiden Jokowi berjanji akan selalu membenahi sistem investasi dan ekonomi di Indonesia, terutama terkait perizinan yang selama ini menjadi penghambat investor masuk dan menanamkan modalnya.
"Saya akan terus mereformasi, saya akan terus menyederhanakan perizinan, saya akan membuat perekonomian Indonesia terbuka," kata Presiden Jokowi saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jerman yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Adlon Kempinski, Berlin, seperti dikutip dari rilis yang disebarkan oleh Tim Komunikasi Istana, Senin, 18 April 2016.
Jokowi menyampaikan, di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia menunjukkan ketahanan, bahkan pertumbuhan yang mengejutkan. Di luar perkiraan, GDP Indonesia tumbuh mencapai 5,03 persen di kwartal ke-4 tahun 2015.
Sementara itu, berdasarkan data Asian Development Bank, minat untuk investasi di Indonesia saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah.
"Ini artinya apa? Saya yakin Indonesia telah memiliki perekonomian yang stabil," ujar Jokowi.
Stabilitas ekonomi Indonesia, lanjut Jokowi, dapat dicapai karena pembangunan infrastruktur dan investasi sebagai dua mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menunjukkan hasil dan terobosan yang nyata.
"Anda boleh cek ke jurnalis di Indonesia, cek ke duta besar di Jakarta. Saya percaya banyak yang terkejut dengan pembangunan infrastruktur saat ini di Indonesia," katanya.
Jokowi mencontohkan kerja sama pembangunan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta. Dengan adanya kerja sama ini, Tiongkok akan membangun pabrik di Indonesia yang tidak hanya akan memproduksi, tapi juga mengekspor perangkat kereta cepat ke seluruh Asia Tenggara.
Presiden Jokowi juga memaparkan mengenai kebijakan ekonomi yang sebagian inspirasinya diperoleh dari pengalaman negara-negara Eropa dalam mengahadapi krisis ekonomi. "Saya suka bagaimana kultur Jerman melakukan bisnis. Saya juga sama, saya tidak suka terlalu banyak bicara, saya senangnya banyak bekerja," ujar Presiden.
Sejak pagi hari, Presiden melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan terkemuka Jerman. Seperto Meyer Werf GmbH & Co.KG, Ferrostaal GmbH, Bayer AG, Siemens AG, Daimler AG, Deutsche Bank AG.
Dalam rangka kunjungan Presiden RI ke Jerman kali ini juga telah ditanda tangani sejumlah kesepakatan kerja sama antara perusahaan Jerman dan Indonesia, dengan total nilai kesepakan sebesar US$845,6 juta. Kesepakatan terjadi antara lain oleh PT Aneka Tambang dengan Ferrostaal, PT Pelni dengan Meyer Werft, PT Pindad dengan Junggans Microtech, dan PT PLN dengan Siemen. (vvi)
